Bersandar pada ketidak pastian, mengajak angan berkelana senang jauh ke luar lamunan. Otak berusaha ikut merangkak mengikuti alunan imajinasi. Ingin terikat walau dalam halusinasi. Berusaha mencapai walau sulit untuk sampai......
Arkh.....
"Tuhan...kenapa otak dan hati enggan bersatu? Kenapa harus ada penghalang dan pendatang baru yang menjadi tabir kebersamaan hari dan pikiran? Bukankah Merasionalkan rasa otu butuh?"
Seorang berkaos orange mengeram dipojokan sebuah kamar. Pikirannya bergelayut entah kemana. Dibawa pergi angin yang tak bisa dibawa kembali oleh ingin. Wajahnya memerah dengan sedikit tanda hitam diantara hidung dan bibirnya sebelah kanan. Beberapa helai kertas telah terkapar hancur di atas lantai. Bolpen pecah berantakan menghamburkan ribuan angan yang tak bertuan.
"Skip...skip...
Tulisan macam apa ini? Tak ada babat bibit ama bobotnya. REVISI!
Tak ada pesan moral, Kaidah kepenulisannya ga jelas. Ngapain cuma curhat orang mengeram ga jelas. Skip Skip..."
Hentikan tulisan ini.
Sudah sudah.Cukup
Tafsirkan tulisan ini sesuai logika anda
Yogyakarta, 15 November 2021
Komentar
Posting Komentar