Selalu ku semaikan redup remang cahayamu disetiap helai kelopak bunga tulip.
Agar gemercik embun kata-kata, meleleh kesudut ruang rasa.
Agar rinai tetes puisi cinta bertumpu diwadah asmara.
Selalu ku menjadikanmu sebagai penghias dan penenang jiwa diantara kerinduanku yang kian menyiksa.
Diantara tepisan warna-warni pelangi pagi.
Meski sebentar cahayanya kan pergi.
Sesebentar fajar menjemput pagi.
Seiiring rindu menjelma menjadi belati
Teduh sukmaku digelar panca roba.
Bagai lima panca dari huruf kata cinta.
Kini purnama yang dulu kau pinta
Sudah kunyanyikan dan ku tumbangi.
Seiring hilangnya purnama saat dijemput pagi
Bersama rindu yang berhembus dalam sanubari.
Sedangkan tiga didalamnya
Adalah hati bersama cinta dan rindu yang tersisa.
Yogyakarta 15 september 2021
Terbaik kawan jgn lupa berdoa
BalasHapusSo pasti bre... semua butuh proses
Hapus