“Lu hitam! Jangan bersama
kami!”
Ah...manusia tak
bernegara
Lebih suka memilih warna
dan membandingkan sesama
Padahal memadukan warna mampu
mencetak sempurna
Tidakkah kau lihat
euforia pelangi berbeda tapi indah yang terasa?
Indahkan pelangi?
Mereka berbeda warna tapi
tetap berkolaborasi, saling merangkul untuk melengkapi.
Kopi pekat dengan
sebungkus susu kental
Tangan kanan mengusap
tangan kiri.
Simbiosis mutualisme
dalam kehidupan
Sahabat...
Pertiwi menjelma bangsa
paling pelangi
Berbagai corak bersatu
hiasi negeri
Merah putih berkibar
menjadi saksi
Garuda mengangguk melihat
kita tak gengsi.
Saling menggenggam,
menitih pesona indah surgawi.
Semoga semesta mengamini
semuanya.
Memberikan kesempatan
berbaik untuk keadaan.
Memperlihatkan puzzle
puzzle kehidupan yang sebenarnya.
Berliku dalam perbedaan.
Bersatu dalam kebersamaan
Yogyakarta,
21 September 2021
Komentar
Posting Komentar